HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Ketersediaan pengawas madrasah kembali menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur. Jumlah personel yang sangat terbatas dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah dan banyaknya lembaga pendidikan agama yang harus diawasi. Kondisi ini disebut sudah mendesak dan tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mengungkapkan bahwa para pengawas yang hadir dalam forum bersama DPRD menyampaikan langsung beratnya beban kerja yang mereka tanggung, mulai dari jarak tempuh hingga keterbatasan waktu dalam melakukan supervisi.
“Hari ini yang hadir adalah forum pengawas madrasah. Kalau bicara madrasah, itu mencakup Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, sampai Madrasah Diniyah. Secara regulasi, kewenangan mereka berada di Kementerian Agama, bukan langsung di bawah Dinas Pendidikan. Namun faktanya, tidak sedikit pengawas Kemenag yang juga melakukan pengawasan di sekolah negeri di bawah naungan Diknas,” ucapnya.
Agusri menegaskan bahwa problem utama terletak pada distribusi pengawas yang sangat tidak merata. Beberapa di antaranya bahkan harus mengawasi sekolah di luar wilayah domisili mereka, sehingga efektivitas tugas menjadi tidak optimal.
“Pertama, jumlah pengawas sangat tidak sebanding dengan jumlah madrasah yang diawasi. Ada yang berdomisili di satu daerah, tetapi harus mengawasi sekolah di daerah yang sangat jauh. Jadi kami dorong penambahan pengawas. Walaupun penetapan pengawas ini kewenangannya tetap di Kemenag, bukan di provinsi,” ungkapnya.
DPRD Kaltim menurutnya tidak ingin persoalan ini kembali muncul setiap tahun tanpa ada penyelesaian nyata. Komisi IV memastikan untuk mengawal aspirasi dan memperkuat koordinasi lintas instansi, baik dengan Kementerian Agama maupun pemerintah provinsi.
Agusri menambahkan bahwa hasil pertemuan akan diteruskan kepada pimpinan DPRD dan menjadi bagian dari rekomendasi resmi agar kebijakan terkait penguatan pengawas madrasah dapat segera diimplementasikan.
Dengan penambahan pengawas yang memadai, DPRD berharap peningkatan mutu pendidikan agama dapat dirasakan hingga ke pelosok Kaltim dan tidak meninggalkan kesenjangan kualitas antardaerah (Adv).








Komentar