HABARNUSANTARA, Samarinda — Anggota komisi III DPRD Samarinda menyoroti proyek pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap di kawasan Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir.
Dirinya mempertanyakan efektivitas proyek yang menelan anggaran hingga Rp395 miliar dalam mengurai kemacetan.
“Yang paling utama, apakah proyek terowongan ini benar-benar mampu mengurai macet di Samarinda. Kalau memang sesuai yang direncanakan maka kami apresiasi,” Ungkap Rohim melalui sambungan seluler. Senin (7/7/2025).
Selain itu, Rohim menyebutkan keberhasilan proyek ini harus diukur dari manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi fisik bangunan. Menurutnya, besarnya anggaran yang digelontorkan harus dibarengi dengan hasil yang sebanding.
“Karena anggaran yang dikucurkan sangat besar, tentu harus benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar tapi sia-sia,” Ucap Rohim.
Untuk itu, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berkomitmen pihaknya akan untuk terus melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek strategis berskala besar seperti ini.
Untuk diketahui, proyek terowongan tersebut dirancang untuk memperlancar arus lalu lintas di sejumlah titik padat kendaraan seperti Jalan Otto Iskandardinata, Sultan Alimuddin, dan Jalan Mulawarman. Ketiga ruas jalan itu dikenal sebagai kawasan langganan kemacetan, terutama pada jam sibuk. (Adv)
Komentar