oleh

Aksi Panas Mahasiswa di Kantor Gubernur Kaltim Berujung Pemecatan Ajudan

HABARNUSANTARA.COM SAMARINDA – Ratusan mahasiswa menggeruduk Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (21/10/2026) siang. Aksi yang digelar untuk mengevaluasi 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo – Gibran itu sempat memanas hingga terjadi gesekan fisik dengan aparat.

Aksi ini menjadi puncak ketidakpuasan publik di pusat pemerintahan Benua Etam.

Kronologi Aksi Memanas di Gerbang Kantor Gubernur

Aksi bermula sekitar pukul 13.00 WITA. Massa berkumpul di titik temu di Masjid Nurul Mu’mini, Jalan Gunung Arjuna, di belakang kompleks Kantor Gubernur, sebelum bergerak menuju gedung utama.

Ketegangan pecah di pintu masuk. Massa yang merangsek masuk terlibat dorong-dorongan dengan aparat yang berjaga.

Baca juga:

1.085 Personel Gabungan Disiagakan

Untuk mengamankan objek vital, sebanyak 1.085 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga Damkar disebar di depan, samping, hingga belakang gedung. Arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada hingga Yos Sudarso juga diperketat Satlantas Polresta Samarinda dan Dishub.

Setelah negosiasi antara polisi dan korlap, situasi mereda. Massa diizinkan membawa mobil komando masuk ke halaman kantor dan bergantian berorasi menuntut Gubernur Rudy Mas’ud turun menemui mereka.

Baca juga: 

Gubernur Temui 500 Massa Jelang Magrib

Menjelang Magrib, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud akhirnya keluar menemui sekitar 500 demonstran. Ia didampingi Wakil Gubernur Seno Aji dan jajaran pejabat Pemprov Kaltim.

Di atas mobil komando, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari penanganan karhutla, desakan status bencana nasional, hingga listrik padam bergilir di Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong.

Tuntut Ajudan Gubernur Dipecat

Salah satu tuntutan paling keras adalah protes atas dugaan arogansi ajudan Gubernur, Asky Rizal Todi, terhadap mahasiswa pada Senin (19/10/2026) dan dugaan penghalangan kerja jurnalis.

Baca juga: 

Menjawab desakan itu, Rudy mengambil keputusan tegas di hadapan massa.

“Ajudan yang diinginkan untuk dipecat sebagai ajudan, kita tarik beliau dan kita kembalikan ke satuannya,” tegas Rudy yang langsung disambut sorak setuju mahasiswa.

Bantah Halangi Kebebasan Pers

Terkait tuduhan menghalangi pers, Rudy membantah. Ia menyebut insiden itu murni kesalahpahaman saat kunjungan pejabat pertahanan yang berbarengan dengan aturan internal penghentian kegiatan 10 menit sebelum azan.

Sebagai komitmen, Rudy menandatangani surat perjanjian yang disodorkan mahasiswa.

Jawab Isu Karhutla dan Listrik Padam 5 Jam

Untuk isu listrik, Rudy sempat menjanjikan pemadaman bergilir rampung dalam 10 hari usai bertemu Kementerian ESDM September lalu. Namun faktanya masih terjadi hingga 5 jam.

Rudy mengklarifikasi, penyebab bukan kelangkaan batu bara, melainkan gangguan teknis kerusakan mesin dan perawatan serentak di pembangkit swasta dan PLTGU.

Aksi yang berlangsung dinamis itu akhirnya berakhir kondusif setelah dialog terbuka dan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltim dan perwakilan mahasiswa.