HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Pemerataan layanan kesehatan di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi berbagai kendala serius, terutama di wilayah kabupaten dan kota yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
Keterbatasan tenaga medis serta belum memadainya fasilitas kesehatan menjadi persoalan utama yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di daerah masih tergolong tinggi.
Ia menegaskan, penilaian terhadap kualitas layanan kesehatan tidak dapat hanya dilihat dari jumlah rumah sakit yang tersedia, tetapi juga harus mempertimbangkan kesiapan tenaga medis dan mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kebutuhan pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah-wilayah terpencil, masih sangat tinggi dan perlu penanganan yang lebih komprehensif,” ujar Andi Satya, Senin (15/12/2025).
Sebagai seorang dokter, Andi Satya menyoroti belum meratanya distribusi tenaga medis di seluruh wilayah Kaltim.
Dia menyebutkan bahwa jika mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), idealnya terdapat satu dokter untuk setiap 1.000 penduduk.
Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya terpenuhi di Kalimantan Timur.
“Secara keseluruhan, jumlah dokter di Kaltim masih belum mencukupi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang terus bertambah,” jelasnya.
Selain kekurangan tenaga medis, ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan juga menjadi perhatian.
Andi Satya menilai jumlah tempat tidur rumah sakit di Kalimantan Timur belum sepenuhnya ideal.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan serius, terutama ketika terjadi lonjakan pasien akibat wabah penyakit, kecelakaan massal, maupun bencana alam.
Tantangan di sektor kesehatan tersebut diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Masuknya penduduk baru dan meningkatnya mobilitas masyarakat diyakini akan berdampak langsung pada melonjaknya kebutuhan layanan kesehatan di berbagai wilayah Kaltim.
“Dengan hadirnya IKN, kebutuhan pelayanan kesehatan tentu akan meningkat secara signifikan dan harus diantisipasi sejak dini,” tambahnya.
Oleh karena itu, DPRD Kalimantan Timur mendorong Pemerintah Provinsi untuk memperkuat sistem layanan kesehatan secara menyeluruh.
Upaya tersebut meliputi peningkatan fasilitas kesehatan, pemerataan distribusi tenaga medis hingga ke daerah terpencil, serta penguatan kerja sama dan kolaborasi layanan kesehatan antarwilayah.
Langkah-langkah strategis tersebut dinilai penting guna memastikan seluruh masyarakat Kalimantan Timur dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak, merata, dan berkualitas, baik saat ini maupun di masa mendatang.











Komentar