oleh

BK Porprov Bola Tangan Kaltim Resmi Dimulai, KONI Dorong Pembinaan Atlet Olympic Sejak Usia Dini

HABARNUSANTARA, SAMARINDA — Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur resmi bergulir di Gedung Serba Guna GOR Kadrie Oening, Samarinda, pada Senin (10/11/2025).

Ajang ini menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet daerah menuju tingkat prestasi yang lebih tinggi, khususnya untuk cabang olahraga yang termasuk kategori Olympic.

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, serta sejumlah pengurus cabang olahraga dan atlet peserta dari berbagai kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Rusdiansyah menegaskan bahwa pelaksanaan Porprov bukan semata ajang perebutan medali, melainkan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang yang selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Porprov ini bukan hanya tentang kompetisi. Ini tentang bagaimana kita membangun fondasi pembinaan atlet yang kuat dan terarah, terutama bagi cabor-cabor Olympic seperti bola tangan,” ujarnya.

Rusdiansyah menambahkan, Kemenpora telah menetapkan 17 cabang olahraga unggulan nasional, dan bola tangan termasuk di dalamnya.

Oleh sebab itu, KONI Kaltim berkomitmen memperkuat pembinaan atlet bola tangan agar berorientasi pada prestasi jangka panjang dan mampu bersaing di level nasional.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa KONI Kaltim kini tengah menyesuaikan regulasi baru terkait batasan usia atlet yang tampil di Porprov.

Ke depan, hanya atlet berusia di bawah 30 tahun yang dapat berlaga, sementara untuk cabor bola tangan, fokus pembinaan diarahkan kepada kelompok usia di bawah 17 tahun (U-17).

“Usia emas atau golden age atlet saat ini bukan lagi di atas 20 tahun. Banyak atlet dunia yang sudah menorehkan prestasi besar di usia belasan tahun. Karena itu, pembinaan sejak dini menjadi keharusan,” tegas Rusdiansyah.

Selain menyoroti pembinaan usia muda, Rusdiansyah juga menyampaikan target tinggi bagi atlet bola tangan Kaltim untuk kembali berjaya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Sudah dua edisi PON kita belum berhasil meraih medali emas. Harapan kami, di PON berikutnya, emas bisa kita rebut kembali baik di tim putra maupun putri,” serunya penuh semangat.

Di akhir sambutannya, Rusdiansyah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, terutama kepada Rasman Rading, atas dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan olahraga di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel agar benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi atlet.

“KONI Kaltim memastikan anggaran yang disalurkan kepada setiap cabor tepat sasaran dan digunakan sesuai peruntukan. Kami juga berharap laporan pertanggungjawaban dari cabor disampaikan dengan baik dan tepat waktu,” tutupnya.

Pembukaan BK Porprov VIII ini menjadi langkah awal bagi atlet-atlet muda Kaltim untuk menunjukkan potensi terbaiknya sekaligus menjadi bagian dari pembinaan olahraga berkelanjutan menuju prestasi nasional dan internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *