oleh

Kriket Kaltim Jaga Tradisi Prestasi, Rebut Podium di Jimbaran Series T-10 2025

HABARNUSANTARA, BALI – Tim kriket Kalimantan Timur (Kaltim) kembali membuktikan ketangguhannya di ajang nasional.

Dalam turnamen Jimbaran Series T-10 yang berlangsung di Bali pada 27–31 Oktober 2025, skuad muda Benua Etam tampil menjanjikan dengan meraih peringkat ketiga kategori T-10 serta gelar juara di nomor Super Over (S-Over).

Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa performa kriket Kaltim tetap stabil dan kompetitif di level nasional, meski datang dengan komposisi tim yang memadukan pemain senior dan junior.

Prestasi ini sekaligus melanjutkan tren positif yang sudah ditorehkan sebelumnya, setelah Kaltim sukses menyabet medali emas di PON XXI/2024.

Turnamen di Bali kali ini bukan ajang biasa. Selain diikuti sejumlah klub terbaik dalam negeri, terdapat pula pemain dari Tim Nasional (Timnas) Kriket Indonesia serta tim asal Australia yang turut meramaikan persaingan.

Dengan komposisi peserta sekelas itu, pencapaian Kaltim dinilai sebagai hasil yang membanggakan.

Pelatih tim kriket Kaltim, Haris, mengungkapkan apresiasinya terhadap perjuangan anak asuhnya. Ia menyebut hasil tersebut di luar ekspektasi, mengingat tim berangkat dengan persiapan yang sangat terbatas.

“Anak-anak tidak sempat menjalani latihan bersama sebelum keberangkatan ke Bali. Hanya latihan mandiri di daerah masing-masing,” tutur Haris saat dihubungi, Minggu (2/11/2025).

Ia menambahkan, rencana latihan bersama di Samarinda sempat disusun, namun gagal terealisasi akibat cuaca hujan yang mengguyur beberapa hari berturut-turut.

“Tidak ada simulasi pertandingan sama sekali sebelum turnamen. Jadi hasil ini cukup menggembirakan bagi kami,” ujarnya.

Meski begitu, Haris mengaku belum sepenuhnya puas. Menurutnya, masih banyak aspek yang perlu dibenahi, mulai dari penyesuaian strategi permainan hingga konsistensi performa pemain senior.

Sementara itu, kemenangan di nomor Super Over (S-Over) menurutnya tidak bisa dijadikan tolok ukur utama.

“Format S-Over ini mirip T-10 tapi hanya satu over saja. Unsur keberuntungannya tinggi, tapi tetap membutuhkan ketenangan dan fokus. Alhamdulillah, anak-anak bisa memanfaatkannya dengan baik,” jelas Haris.

Selain hasil tim, ajang ini juga melahirkan bintang individu dari Kaltim. Totok Fitriyadi, salah satu pemain senior, tampil impresif sepanjang turnamen.

Dia menyabet gelar pemain terbaik (best player), tiga kali player of the game, serta penghargaan best batter berkat performanya di lapangan.

“Totok menunjukkan konsistensi luar biasa. Walaupun beberapa pemain senior lainnya terlihat menurun, tapi dia bisa menjadi contoh bagi juniornya,” puji Haris.

Secara keseluruhan, capaian di Jimbaran Series T-10 menjadi modal berharga bagi kriket Kaltim untuk terus menjaga eksistensi di level nasional.

Selain menegaskan daya saing tim, turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa proses regenerasi atlet muda di tubuh kriket Kaltim berjalan ke arah yang positif.

“Setelah ini, kami akan fokus pada pembinaan jangka menengah. Targetnya bukan hanya menjaga prestasi, tapi juga menyiapkan tim yang lebih solid menghadapi kompetisi tahun depan,” pungkas Haris.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *