oleh

Sidak Pertambangan CV Limbuh, Wali Kota Sebut RKABnya Belum Keluar untuk Aktivitas

Habarnusantara.com, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun kunjungi langsung tambang milik CV Limbuh yang menjadi penyebab terjadinya banjir besar yang terjadi pada Sabtu (16/12/2023) lalu.

Kunjungan tersebut dilakukannya bersama jajaran pemerintah kota (pemkot) dan provinsi yang membidangi masalah lingkungan dan pembangunan.

“Kita lihat sekarang dari hasil tinjauan lapangan, pertama terkonfirmasi bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nya CV Limbuh itu di 2022. Ini RKAB yang disertai dengan kuota,” ujar Andi Harun.

Diketahui menurut RKAB dari CV Limbuh hanya sekitar 150 tibu ton per tahun. Sementara untuk RKAB 2023 itu tidak ada kuota, hanya RKAB yang disertai kewajiban melakukan perbaikan lingkungan.

“Sementara dari keterangan masyarakat, sepanjang tahun ini ada kegitan hauling. Dan tadi setelah kita dialog dengan warga awalnya sih masih menghindar,” bebernya.

Tetapi setelah dirinya menjelaskan pengentauhan pihaknya terkait aktivitasnya ini, barulah diakui sendiri dari CV Limbuh bahwa memang ada aktivitas pengangkutan.

“Batunya ditaruh di Pelabuhan Citra, kemudian beberapa lama datangnya KTT (Kepala Teknik Tambang). Keterangannya, diakuinya juga memang benar, tapi itu untuk di stock opname,” jelasnya.

Stock opname ini berdasarkan RKAB 2022 untuk 2023. Namun janggalnya, saat orang nomor satu di Samarinda itu mengajukan pertanyaan terkait persetujuan RKAB 2023, pihaknya memberikan jawaban yang mengejutkan.

“Apakah sudah disetujui stock opnamenya dari pusat? Ternyata belum, masih dalam pengurusan tapi aktivitas pemindahan batu bara dari CV Limbuh ke Pelabuhan Citra sudah dilakukan,” terangnya.

Dirinya juga meyakini bahwa batu bara yang diangkut dengan alasan stock opname selama ini pasti sudah tidak ada di Pelabuhan Citra, atau sudah berlayar.

“Harusnya yang terjadi adalah ia tidak boleh melakukan aktivitas apapun, termasuk aktivitas pengangkutan dan penjualan sebelum ada persetujuan yang mereka mohonkan untuk stock opname,” jelasnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *