HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menaruh perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Paser.
Ia menilai daerah tersebut masih membutuhkan penanganan serius, terutama untuk desa-desa yang berada di kawasan perbatasan.
Penilaian tersebut disampaikan Yenni usai melaksanakan agenda reses dan menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Dari kegiatan tersebut, ia mengaku dapat melihat secara nyata kondisi infrastruktur yang masih belum memadai di lapangan.
Menurut Yenni, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Paser terpantau cukup kondusif.
Namun, persoalan pemenuhan kebutuhan dasar warga, khususnya terkait aksesibilitas dan sarana penghubung antarwilayah desa, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara berkesinambungan.
Dalam kunjungan ke sejumlah kecamatan, Yenni menemukan bahwa sebagian besar aspirasi yang disampaikan masyarakat desa berkaitan dengan kebutuhan pembangunan jembatan gantung.
Infrastruktur ini dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.
“Selama turun langsung ke lapangan, aspirasi yang paling sering disampaikan masyarakat adalah permintaan pembangunan jembatan gantung untuk akses ke kebun,” ujar Yenni, Jumat (19/12/2025).
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada keluhan spesifik dari warga terkait akses jembatan menuju sekolah.
Hal tersebut, menurutnya, mencerminkan bahwa roda perekonomian masyarakat desa masih sangat bergantung pada keberadaan infrastruktur sederhana namun memiliki peran vital.
Yenni menjelaskan, keterbatasan akses penghubung berdampak langsung pada distribusi hasil panen.
Tanpa sarana yang memadai, proses pengangkutan menjadi kurang efisien dan berpotensi menurunkan pendapatan petani.
Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD Kaltim bersama pemerintah daerah telah melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap.
Di Kecamatan Kuaro, misalnya, telah dibangun tiga unit jembatan gantung yang difungsikan sebagai jalan usaha tani untuk memperlancar mobilitas warga.
“Di Kecamatan Kuaro sudah ada tiga titik jembatan gantung yang dibangun, dan insyaallah pada tahun depan akan kembali ditambah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yenni menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung bukan semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi mendorong kemandirian serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Dengan akses yang lebih layak, petani diharapkan dapat mengangkut hasil panen menggunakan kendaraan roda dua.
Hal ini dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus mempercepat waktu tempuh dari kebun ke lokasi distribusi.
“Setidaknya petani sudah bisa membawa hasil panen menggunakan sepeda motor, sehingga aktivitas di kebun tidak lagi terhambat,” tambahnya.
Sementara di sektor pendidikan, Yenni memastikan DPRD Kaltim tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Ia menegaskan, apabila ke depan ditemukan kendala infrastruktur yang menghambat akses menuju sekolah, hal tersebut akan menjadi perhatian serius agar pembangunan dapat menjangkau seluruh kebutuhan dasar masyarakat desa secara merata.








Komentar