HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Meningkatnya penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) dikota Samarinda menjadi momok bagi masyarakat, hal ini menjadi pusat perhatian dari berbagai pihak. Selaku Anggota DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi meminta kepada pemerintah daerah agar melakukan berbagai cara dalam upaya mitigasi dalam pencegahan penyakit HIV. Ia berharap seluruh stakeholder juga ikut terlibat dalam memberantas penyakit HIV.
“Pencegahan penyakit HIV ini, Kita harus kolaborasi di seluruh lintas sektor yang ada di Kota Samarinda termasuk tokoh-tokoh masyarakat,” ungkapnya.
Penanganan penyakit HIV sejauh ini hanya berkutat pada pengobatan semata padahal menurutnya, jauh sebelum HIV muncul seharusnya dilakukan mitigasi dan edukasi agar angka dari penyakit HIV bisa di tekan. Oleh karena itu, di lingkungan pendidikan perlu kita memberi pemahaman.
“Nah, kalau soal pencegahan pada anak usia remaja dan sekolah, otomatis Dinas Pendidikan harus di libatkan. Nanti kita bicara di bagian pembelajarannya terkait upaya pencegahan penyakit HIV.” tuturnya. Rabu, 1 Juli 2026.
Untuk itu Ismail mengatakan, pencegahan penyakit HIV ini tidak bisa hanya mengandalkan pengobatan yang berbasis medis tapi perlu juga peran semua pihak termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit tersebut.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan yang telah diterima sambungnya, sudah ada ribuan kasus HIV yang terjadi di Kota Samarinda.
“Jadi, data yang telah kami dapat, penyakit HIV ini kasusnya sudah menyentuh angka sekitar 4.000-an di Kota Samarinda. ada yang belum menjalani pengobatan namun Ada juga yang rutin konsumsi antiretroviral (ARV),”tutupnya.
Situasi ini menjadi perhatian kita bersama lanjutnya, sebab masih banyak pasien yang tidak melakukan pengobatan dan tentu saja hal ini akan berdampak pada meningkatnya angka dan resiko penularan pada masyarakat.
“Jika angka penularan nya besar tentu saja pembiayaan pada kesehatan akan akan ikut besar dan ini menjadi tanggung jawab pemerintah,”tutupnya. (ADV)

Komentar