HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan pentingnya untuk evaluasi serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bahan penyusunan anggaran tahun berikutnya. Jadi, lanjutnya pengawasan dilakukan guna memastikan anggaran dapat gunakan secara efektif.
“DPRD akan terus memantau sudah sejauh mana serapan anggaran yang digunakan oleh OPD, terkhusus adalah mitra kerja dari Komisi I. Jadi, evaluasi ini bertujuan untuk melihat program mana yang berjalan efektif dan mana yang belum memberikan hasil optimal,” ungkapnya.
Hasil dari bahan evaluasi sambung Samri, nantinya akan menjadi dasar dalam pembahasan terkait APBD tahun 2027. Program yang dinilai tidak memberikan manfaat signifikan akan menjadi perhatian agar tidak kembali menghabiskan anggaran tanpa hasil yang jelas dan nyata.
“Sekarang kondisi fiskal daerah sedang mengalami tekanan, maka dari itu seluruh OPD harus lebih bijak untuk menggunakan anggaran. Jadi, setiap program yang dijalankan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Samri. Senin (6/7/2026).
Lebih lanjut Samri mengatakan, hingga pada awal semester kedua tahun anggaran, realisasi anggaran masih berada di kisaran 33 persen. Kita melihat bahwa capaian tersebut masih tergolong normal karena masih tersedia waktu hingga akhir tahun untuk meningkatkan serapan anggaran.
“Oleh karena itu, kita meminta kepada OPD untuk mulai menyusun perencanaan anggaran tahun 2027 secara lebih kreatif. Kami juga berharap setiap program yang diusulkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi tanpa menambah beban masyarakat,”tuturnya.
Oleh karena itu, ia menambahkan DPRD juga akan mengawasi efektivitas penggunaan anggaran agar setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki hasil yang dapat diukur.
“Kami harap supaya anggaran yang digunakan benar-benar efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tutup Samri. (ADV)







Komentar