HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda, Joha Fajal, minta pelayanan air bersih kepada masyarakat masih perlu terus ditingkatkan oleh Perumdam Tirta Kencana (PDAM) Kota Samarinda. Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat bersama mitra kerja di Gedung DPRD Samarinda, Rabu (1/7/2026).
Joha mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan sambungan air bersih sehingga wajar apabila mereka belum merasa puas terhadap pelayanan pemerintah. Menurutnya, bahwa penyediaan akses air minum adalah salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Banyak kendala di lapangan pada sistem distribusi air. Di sejumlah wilayah, penyaluran air belum berjalan lancar, sementara di wilayah lain yang distribusinya sudah baik masih terdapat tantangan terkait kualitas air yang diterima pelanggan,”ujarnya.
Meski demikian, joha juga mengapresiasi berbagai inovasi dan upaya perbaikan yang telah dilakukan Perumdam Tirta Kencana.
“Karena itu, kami mendorong agar Perumdam terus menyampaikan secara terbuka berbagai kendala yang dihadapi, termasuk kebutuhan perencanaan pembangunan jaringan dan infrastruktur pelayanan air bersih. Dengan begitu, pemerintah dan DPRD dapat bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai kekurangan yang masih ada,”ungkapnya.
Kemudian Ia menambahkan, terdapat sejumlah titik pembangunan infrastruktur yang saat ini dilakukan, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan pengambilan air baku di kawasan sungai, juga perlu dijelaskan kepada masyarakat.
“Transparansi dinilai penting agar masyarakat memahami tujuan pembangunan tersebut sebagai bagian dari upaya memenuhi hak warga atas akses air bersih,”tutur joha.
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa sejak dirinya menjadi anggota DPRD pada 2019, persoalan kebutuhan subsidi dari pemerintah daerah hampir selalu menjadi pembahasan dalam setiap evaluasi.
Menurutnya, kondisi tersebut kini mulai membaik. Joha menyebut kebutuhan subsidi yang sebelumnya berada di kisaran Rp12 miliar telah menurun menjadi sekitar Rp7 miliar pada 2026. Penurunan itu dinilainya sebagai indikator meningkatnya kinerja dan efisiensi pengelolaan perusahaan daerah.
“Joha menuturkan kalau DPRD tidak akan cepat merasa puas terhadap capaian tersebut. Ia menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar seluruh masyarakat Samarinda dapat menikmati layanan air bersih yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan,”sambungnya.
“Jika kita cepat merasa puas, berarti kita berhenti melakukan perbaikan. Oleh sebab itu, pengawasan dan upaya peningkatan pelayanan harus terus dilakukan,” tutupnya. (ADV)







Komentar