oleh

Resmi Kapolri Suyudi Ario Seto Ziarah Makam Marsinah di Nganjuk

HABARNUSANTARA, NGANJUK – Kapolri Jenderal Polisi Prof. Dr. H. Suyudi Ario Seto melakukan ziarah ke makam Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolri juga mengunjungi museum yang mengabadikan perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah sebagai simbol perlawanan pekerja di Indonesia.

Kunjungan ini menjadi perhatian khusus karena Marsinah merupakan salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Ziarah Kapolri ke makam Marsinah dinilai sebagai bentuk penghormatan negara terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan perjuangan pekerja.

Kapolda dan Gubernur Dampingi Kapolri ke Makam Marsinah

Kapolri didampingi oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan pimpinan serikat pekerja menunjukkan sinergi lintas elemen dalam mengenang perjuangan Marsinah.

Baca juga: Resmi PDIP Proses Pemecatan Hamenang Setelah Jadi Tersangka OTT KPK

Setibanya di lokasi pemakaman umum Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Kapolri bersama rombongan langsung mengikuti prosesi doa bersama. Doa dipanjatkan untuk almarhumah Marsinah sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas perjuangan yang telah ia lakukan semasa hidup.

Doa Bersama

Usai doa bersama, Kapolri bersama rombongan melakukan tabur bunga di atas pusara Marsinah. Tabur bunga tersebut menjadi simbol penghormatan mendalam kepada Marsinah yang dikenal sebagai pejuang hak-hak pekerja yang tewas dalam perjuangannya pada tahun 1993. Sosok Marsinah hingga kini masih menjadi inspirasi bagi gerakan buruh di Indonesia.

Baca juga: Kemenhan Kini Punya 2 Wamenhan Baru Hadapi Ancaman Modern

Usai berziarah di makam, Kapolri bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang berada tidak jauh dari lokasi makam, tepatnya di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Di museum tersebut, Kapolri meninjau sejumlah bagian yang menyimpan dokumentasi, foto-foto bersejarah, serta informasi lengkap mengenai perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah. Mulai dari masa kecilnya, aktivitasnya sebagai pekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS) di Sidoarjo, hingga perjuangannya dalam menuntut kesejahteraan pekerja.

Baca juga: OTT Bupati Klaten, KPK Sita Tong Biru Rp1,9 Miliar

Museum tersebut juga menyimpan berbagai arsip surat, pakaian, dan barang-barang peninggalan Marsinah yang menjadi saksi bisu perjuangannya. Keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah yang hidup bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami perjalanan panjang perjuangan pekerja serta pentingnya penegakan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Kompleks Museum Ibu Marsinah sendiri sebelumnya telah diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026. Peresmian museum tersebut menjadi penanda bahwa negara hadir untuk merawat ingatan kolektif bangsa terhadap tokoh-tokoh pejuang keadilan.

Presiden Prabowo dalam peresmian kala itu menegaskan bahwa Marsinah adalah pahlawan bagi kaum pekerja dan simbol keberanian rakyat kecil dalam melawan ketidakadilan. Oleh karena itu, keberadaan museum harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran sejarah perjuangan buruh Indonesia.

Ziarah dan kunjungan Kapolri ke makam dan museum Marsinah ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kapolri selama berada di wilayah Jawa Timur. Selain agenda resmi kepolisian, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk terus membangun komunikasi, kedekatan, dan kepercayaan antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pekerja dan serikat buruh.

Langkah Kapolri ini dinilai sebagai pendekatan humanis Polri dalam merangkul semua lapisan masyarakat. Dengan berziarah ke makam tokoh buruh seperti Marsinah, Polri ingin menunjukkan komitmennya untuk berada di tengah-tengah rakyat dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

Selama ini, hubungan antara aparat kepolisian dan gerakan buruh kerap diwarnai dinamika, terutama saat penanganan aksi-aksi demonstrasi. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis, dialogis, dan saling menghormati antara Polri dengan kaum pekerja.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan ziarah dan kunjungan museum di Kabupaten Nganjuk, Kapolri beserta rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kota Surabaya untuk melanjutkan agenda kerja berikutnya di Jawa Timur.

Rombongan Kapolri dijadwalkan akan melakukan sejumlah pertemuan dengan jajaran Forkopimda Jawa Timur serta meninjau beberapa program prioritas Polri di wilayah Surabaya dan sekitarnya.