oleh

Ketua Komisi IV Sebut Ada Banyak Permasalahan Kompleks di Dunia Pendidikan

Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Sri Puji Astuti mengungkapkan adanya permasalahan kompleks dalam sektor pendidikan.

Ia mencatat bahwa kebutuhan meubeler untuk satuan pendidikan masih terbatas, dengan perkiraan sekitar 10 ribu meubeler yang diperlukan untuk melayani 1.350 siswa mulai dari PAUD hingga SMP di Samarinda.

Selain itu, Puji juga menyoroti masalah kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Apalagi setiap tahun terdapat sekitar 150-200 PNS yang pensiun, yang kemudian perlu digantikan oleh honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” terangnya, Kamis (19/10/2023).

Puji juga menyoroti kasus di mana PPPK dari sektor swasta diterima di sekolah negeri, menyebabkan kekurangan tenaga kerja di sekolah swasta.

Ia merasa bahwa hal ini menjadi masalah, terutama mengenai pengelolaan PPPK dan masalah alamat mereka.

Permasalahan ini ternyata disebabkan oleh kebutuhan sekolah dan ketidakakuratan data pokok pendidikan (dapodik).

Terkait masalah guru honor dan insentif mereka, Puji menekankan pentingnya memberikan perhatian, terutama bagi guru-guru yang berjauhan dan memiliki berbagai tantangan.

Puji juga menyebutkan bahwa telah ada koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda untuk mengatasi permasalahan ini.(adv/dprdsamarinda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *