HABARNUSANTARA, Samarinda – Peristiwa kebakaran yang melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie pada Rabu dini hari (30/7) mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono.
Dalam keterangannya pada Minggu (3/8), Sapto meminta dilakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab utama insiden tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan gedung rumah sakit.
“Yang pertama harus dilakukan adalah mengungkap penyebab kebakaran. Kita juga perlu tahu, apakah lokasi kebakaran berada di gedung baru atau lama,” ujarnya.
Jika insiden terjadi di bangunan lama, Sapto menilai perlu dilakukan audit menyeluruh atas sistem pemeliharaan serta kesiapan menghadapi keadaan darurat. Ia mempertanyakan kelayakan peralatan keamanan seperti alarm dan detektor asap.
“Gedung lama bukan berarti bisa diabaikan. Pemeliharaan adalah kewajiban. Kalau tidak dilakukan, maka harus dicari siapa yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kaltim yang memiliki fungsi pengawasan anggaran, Sapto berencana memanggil seluruh rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ia ingin memastikan penggunaan dana perawatan fasilitas berjalan sebagaimana mestinya.
“Jangan sampai anggaran perawatan ada, tapi tidak dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Ini menyangkut pelayanan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sapto mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran sebagai korsleting listrik tanpa investigasi yang valid. Ia menganggap jika benar demikian, maka bisa jadi ada kelalaian dalam pengelolaan risiko.
“Saya punya latar belakang di bidang K3. Jadi saya tahu bahwa manajemen risiko harus dilakukan secara serius, apalagi dalam lingkungan seperti rumah sakit,” jelasnya.
Ia pun mengimbau agar semua pihak berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
“Kesimpulan harus berdasarkan data dan analisis ilmiah, bukan asumsi,” tutup Sapto.
Komentar