HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra, menilai bahwa masih banyak potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergarap secara maksimal.
Salah satu yang menjadi sorotan lanjutnya adalah yang berkaitan dengan sektor parkir dan reklame yang dinilai masih menyimpan potensi kebocoran penerimaan daerah.
Hampir semua warga dan masyarakat telah memenuhi kewajibannya membayar parkir ketika menggunakan fasilitas umum akan tetapi apakah seluruh penerimaan tersebut benar-benar masuk ke kas daerah atau tidak,” kata Samri. Senin (6/7/2026).
Kalau seluruh pengelolaan lahan parkir dilakukan secara lebih baik dan transparan. Menurut Samri, maka seharusnya sektor dari lahan parkir bisa menjadi salah satu sumber yang dapat meningkatkan PAD Kota Samarinda.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti terkait banyaknya reklame yang berdiri di seluruh titik yang berada di kota Samrinda. Oleh karena itu Samri meminta agar supaya pemerintah melakukan pendataan dan penertiban agar seluruh reklame memiliki izin serta memenuhi kewajiban untuk membayar retribusi daerah sebagaimana mesti nya.
“Banyak potensi pendapatan yang hilang akibat lemahnya pengawasan terhadap usaha-usaha yang belum memiliki izin. Kondisi tersebut harus segera dibenahi agar penerimaan daerah dapat di tingkatkan,”ungkapnya.
“Kami juga mengingatkan kepada pemerintah daerah agar mengawasi belanja birokrasi supaya tidak melampaui ketentuan pemerintah pusat, yakni maksimal 30 persen dari total anggaran,”jelasnya.
Jadi, pembangunan daerah itu tidak cukup kalau hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat. Menurutnya pemerintah Kota Samarinda harus mulai memanfaatkan seluruh potensi pendapatan yang dimiliki secara bertahap guna tercapai kemandirian fiskal.
“Jadi, sebenarnya potensi PAD Samarinda ini sangat besar. Tinggal bagaimana pemerintah serius mengelola, mengawasi, dan memastikan seluruh potensi itu benar-benar masuk ke kas daerah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan jangka panjang,” tutup Samri. (ADV)







Komentar