oleh

Bidadari Tak Bersayap

Habarnusantara.com – PUISI. Bidadari Tak Bersayap. Rona wajahmu berseri laksana mawar

Tulus senyummu merekah bak rembulan

Cahaya matamu berkilau bagaikan bintang di langit

Hangat sentuhanmu bersinar bagai mentari pagi

 

Ikhlas menguatkan setiap langkahmu yang berat

Iman menghiasi harimu yang penuh beban

Doa dan zikir membasahi siang dan malammu

Mengaduh, memohon kepada Rabb kita, Allah Azza wa jalla

 

Dunia menyapamu, duhai wanita terhormat

Pemilik kemuliaan yang Allah tinggikan

Bumi memanggilmu, wahai ratu kehidupan

Penyejuk hati dan penuntun jalan kebaikan

 

Ibu… Mama… Bunda… Ummi…

Namamu terpahat di hatiku

Kebaikanmu mengalir dalam darahku

Cintamu terukir dalam jiwa, raga, dan langkah hidupku

Engkaulah pelita dalam setiap perjalanan hidupku

 

Ibu…

Kini kelamnya masa memudarkan kecantikanmu

Tanganmu yang lembut pupus oleh kerasnya kehidupan

Engkau tak hanya mengandung, melahirkan, dan membesarkan kami

Namun juga memikul beban hidup demi keluarga tercinta

Baca Juga: Pandangan Islam 

Tak pernah terdengar keluh dari bibirmu

Lelah kau sembunyikan di balik senyuman

Air matamu menjadi saksi cinta yang tak berbatas

Sedang doamu mengiringi setiap langkah anak-anakmu

 

Ibu…

Betapa besar kasih sayangmu mendidik kami menjadi hamba yang taat

Menjadi generasi gemilang pembangun peradaban

Yang senantiasa berbakti kepada agama, bangsa, dan keluarga

 

Ibu…

Rida Allah berada pada ridamu

Surga-Nya terbentang di bawah telapak kakimu

Doamu menembus langit tanpa hijab kepada-Nya

Membahagiakanmu adalah anugerah terindah dalam hidupku

Karena engkaulah bidadari tak bersayap yang Allah anugerahkan untukku

Semoga Allah membalas setiap tetes peluhmu dengan rahmat, keberkahan, dan surga Firdaus yang abadi []

Penulis: Nun Qolami

Pegiat Literasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *