Habarnusantara.com, SAMARINDA – Pengembangan destinasi wisata buatan dinilai menjadi salah satu ruang yang masih perlu mendapat perhatian di Kota Samarinda. Inovasi di sektor pariwisata diperlukan agar wisatawan maupun tamu dari luar daerah memiliki lebih banyak pilihan destinasi selama berada di Kota Tepian.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, bahwa inovasi pariwisata ini sangat perlu menjadi bagian dari pengembangan inovasi daerah. Ia menilai Kota Samarinda masih minim terobosan dalam menciptakan destinasi wisata buatan yang dapat menjadi daya tarik baru.
“Selama ini kita mungkin ketika ada tamu yang berkunjung itu mereka tidak memiliki road map yang jelas. Setelah datang dari instansi ini atau dari kantor ini mereka mau ke mana lagi, tidak ada,” ujar Deni, Rabu 8 Oktober 2026.
Baca juga: Rencana Taksi Argo Samarinda DPRD Minta Utamakan Pengusaha Loka
Minim Roadmap Wisata Buatan di Samarinda
Menurutnya, yang terjadi selama ini pilihan tamu dari luar daerah yang berkunjung ke Samarinda cenderung terbatas pada pusat perbelanjaan, rumah makan, atau tempat-tempat yang sudah umum dikenal. Kondisi tersebut dinilai perlu diubah dengan menghadirkan destinasi yang lebih beragam dan memiliki daya tarik khusus.
Deni menyebut, Samarinda memiliki potensi yang sangat besar untuk wisata buatan. Misal posisi di tepi Sungai Mahakam, lahan reklamasi bekas tambang, dan kawasan Tepian Mahakam bisa dikembangkan menjadi ikon baru. Namun hingga 2026, Samarinda baru memiliki 5 destinasi wisata buatan yang aktif, jauh tertinggal dari Balikpapan yang sudah memiliki 12 destinasi buatan.
“Contohnya kita bisa buat water front city, taman tematik, atau desa wisata buatan di Pampang. Selama ini tamu selesai urusan di Balaikota langsung bingung mau ke mana. Paling ke mall. Itu tidak memberikan kesan,” tegasnya.
Baca Juga: Helmi Abdullah Hadiri Milad 1 Tahun PPBK di Taman Budaya
Ia meminta pihak yang menangani sektor pariwisata lebih aktif menggali potensi yang dimiliki Samarinda. Potensi tersebut kemudian dapat dikembangkan melalui inovasi sehingga melahirkan destinasi wisata buatan yang mampu menjadi identitas baru kota.
“Kita ingin bahwa setiap tamu yang datang itu memiliki pilihan yang jelas dan kita menyampaikan ini destinasi wisata yang ada di Kota Samarinda,” katanya.
Dampak Ekonomi Wisata Buatan Capai Rp 40 Miliar
Menurut Deni, pengembangan destinasi wisata ini adalah tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, akan tetapi juga punya berpotensi yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Semakin banyak pilihan untuk destinasi yang akan dikunjungi, maka otomatis akan semakin besar pula peluang tumbuhnya aktivitas usaha di sekitarnya.
Data Dinas Pariwisata Samarinda mencatat, setiap 1 destinasi wisata buatan baru mampu menyerap 20 hingga 30 tenaga kerja lokal. Mulai dari pengelola, pedagang UMKM, hingga jasa parkir dan transportasi. Jika ada 5 destinasi baru, maka 100 sampai 150 lapangan kerja baru tercipta.
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata buatan ditargetkan menyumbang Rp 40 Miliar pada 2027. Angka ini naik dari Rp 22 Miliar pada 2024. Kontribusi ini berasal dari retribusi parkir, sewa lapak UMKM, dan pajak hiburan.
Masuk Raperda Inovasi Daerah
Karena itu, inovasi di sektor pariwisata diharapkan dapat masuk dalam arah pengembangan Raperda Inovasi Daerah. Dengan adanya regulasi tersebut, pengembangan inovasi pariwisata di Samarinda diharapkan memiliki landasan yang lebih jelas.
Deni menilai Samarinda perlu terus mencari terobosan agar tidak hanya menjadi kota tujuan untuk urusan pemerintahan dan bisnis, tetapi juga mampu menjadi salah satu tujuan wisata di Kalimantan Timur. Raperda Inovasi Daerah saat ini sedang dibahas Komisi III dan ditargetkan disahkan Desember 2026.
“Kalau Raperda ini jadi, setiap OPD wajib punya 1 inovasi per tahun. Termasuk Dinas Pariwisata wajib ciptakan 1 destinasi wisata buatan baru tiap tahun. Ada anggaran khusus Rp 5 Miliar untuk riset inovasi,” jelasnya.
Ia berharap dengan regulasi itu, Samarinda tidak lagi kalah saing. Wisatawan yang datang ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bisa mampir ke Samarinda karena memiliki wisata buatan yang unik dan tidak ada di daerah lain.






