oleh

GratisPol 2026 Sasar 158 Ribu Mahasiswa, Bukti Konsistensi Pemprov Bangun SDM Kaltim

Habarnusantara.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Dalam dialog bersama mahasiswa di halaman Kantor Gubernur, Senin (23/2/2026), Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa program GratisPol akan diperluas secara signifikan pada 2026.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (ALIANSI GERAM) menjadi ruang diskusi terbuka. Gubernur menyambut aspirasi tersebut dengan pendekatan persuasif dan berbasis data.

“Adik-adik semua, ada yang punya data tentang berapa jumlah mahasiswa yang sudah mendapatkan manfaat Beasiswa Kaltim atau program GratisPol?,” ujarnya.

Ia kemudian memaparkan capaian program 2025 yang telah menjangkau 24.890 mahasiswa. Angka tersebut dibandingkan dengan Beasiswa Kaltim Tuntas pada era Isran NoorHadi Mulyadi yang pada tahun kedua hanya menjangkau kurang dari 5.000 penerima.

“Beasiswa Kaltim Tuntas tahun kedua (2020), tidak lebih dari 5.000 penerima. Sedangkan program GratisPol 2025, meski baru berjalan pertengahan tahun anggaran, menjangkau 24.890 mahasiswa,” bebernya.

Untuk 2026, program ini ditargetkan menyentuh 158.981 mahasiswa dengan anggaran Rp1,38 triliun. Cakupannya meliputi S1, S2, S3, mahasiswa luar daerah, luar negeri, hingga skema khusus.

“Semua mahasiswa Kaltim yang memiliki KTP dan berdomisili minimal tiga tahun berhak mendapatkan bantuan ini,” bebernya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan, terlebih Kaltim kini menjadi etalase Indonesia sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara. Komitmen ini menjadi pijakan utama dalam memasuki tahun kedua kepemimpinan Rudy–Seno.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed