Habarnusantara.com, SAMARINDA – Setelah belasan tahun menanti, warga Borneo Mukti 2 akhirnya menikmati perbaikan jalan dan drainase untuk mendukung kenyamanan lingkungan. Sejumlah usulan semenisasi jalan dan perbaikan drainase di kawasan Perumahan Borneo Mukti 2, Samarinda, mulai direalisasikan melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
Ketua RT 42, Mukhtar, mengatakan beberapa titik di wilayahnya telah lama menunggu penanganan, bahkan mencapai 12 hingga 17 tahun. Realisasi pembangunan tersebut dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama ini berharap akses jalan dan drainase di lingkungan mereka mendapat perhatian.
“Di RT 42 ini ada beberapa titik yang sebelumnya belum tersentuh semenisasi maupun perbaikan drainase, bahkan ada yang sudah menunggu sekitar 12 sampai 17 tahun. Kami bersyukur melalui pokir Bapak M. Andriansyah, sejumlah usulan tersebut akhirnya bisa direalisasikan,” kata Mukhtar.
Baca Juga: TPS Liar Marak di Pinang Seribu, Andriansyah Minta Pengadaan Kontainer Sampah Segera Direalisasikan
Menurut Mukhtar, pembangunan yang telah berjalan terutama menyasar jalur yang sudah dihuni masyarakat. Ia berharap penanganan infrastruktur dapat terus berlanjut, termasuk pada titik-titik lain yang belum tersentuh pembangunan seiring berkembangnya kawasan permukiman.
“Untuk jalur yang sudah ada warganya, alhamdulillah sudah mendapat perhatian. Sementara jalur lainnya masih belum banyak penghuni. Jadi kami berharap pembangunan bisa dilanjutkan secara bertahap,” ujarnya.
Warga Perumahan Borneo Mukti 2, Benny, juga mengapresiasi tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat. Ia menilai komunikasi yang terjalin dengan anggota DPRD menjadi salah satu cara bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
“Kalau saya melihat Pak Dewan cukup aspiratif karena beliau juga warga sini. Beliau ada di dalam grup warga perumahan, sehingga keluhan warga bisa langsung diketahui. Beliau juga sering berkeliling dan melihat sendiri kondisi di lapangan,” kata Benny.
Benny menyebut pengecoran jalan merupakan kebutuhan yang telah lama diusulkan warga. Ia berharap pekerjaan yang sudah direncanakan dapat diselesaikan sesuai jadwal serta diikuti penanganan terhadap titik-titik lain yang masih membutuhkan pembangunan.
“Pengecoran ini sebenarnya sudah lama diminta. Tetapi realisasinya baru pada periode sekarang. Yang dijanjikan tahun ini, kami berharap memang dikerjakan tahun ini,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Samarinda, Andriansyah, mengatakan setiap usulan pembangunan perlu melalui pengecekan kondisi lapangan agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia melibatkan konsultan dan kontraktor untuk meninjau sejumlah titik yang menjadi aspirasi warga.
“Makanya malam ini saya mengundang konsultan dan kontraktor. Kalau besok ada kesempatan, saya minta bersama RT mengecek langsung kondisi di lapangan, kemudian dibuatkan perencanaannya. Setelah itu akan kami komunikasikan dengan PUPR atau Perkim,” kata Andriansyah.
Baca Juga: DPRD Samarinda Klarifikasi Isu Kota Masuk 5 Besar Terburuk Soal Pengelolaan Sampah
Ia menjelaskan, realisasi pokir DPRD tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus mengikuti tahapan perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pekerjaan. Meski demikian, usulan yang belum terealisasi tetap menjadi perhatian, termasuk sejumlah paket pembangunan yang telah diajukan untuk 2027.
“Insyaallah, proposal untuk tahun 2027 juga sudah masuk. Kalau tidak salah ada lima lokasi atau lima paket. Tahun depan kami akan kembali mengarahkan program ke sana,” jelasnya.
Andriansyah menegaskan, pengawalan aspirasi masyarakat perlu dibarengi dengan tindak lanjut nyata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan warga. Koordinasi dengan perangkat daerah terkait dan pihak teknis pun akan terus dilakukan untuk memastikan usulan yang telah masuk dapat diproses sesuai tahapan.
“Yang penting bukan hanya janji, tetapi ada pekerjaan yang benar-benar direalisasikan,” pungkasnya.






