HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di kawasan Pinang Seribu, Kota Samarinda, kembali menjadi perhatian. Warga mengeluhkan tumpukan sampah yang muncul di sejumlah titik dan dinilai mengganggu kebersihan serta kenyamanan lingkungan sekitar.
Menanggapi hal tersebut, anggota komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, mengungkapkan persoalan tersebut dipicu oleh keterbatasan fasilitas penunjang kebersihan, terutama kontainer sampah, serta jauhnya akses masyarakat menuju TPS resmi yang tersedia.
Menurutnya, kondisi ini membuat sebagian warga memilih membuang sampah di lokasi yang dianggap lebih dekat dan mudah dijangkau, sehingga memunculkan TPS liar di sejumlah titik.
“Saya sudah menghubungi pihak terkait untuk segera menindaklanjuti persoalan ini,” Ungkap Andriansyah kepada awak media, Jumat (29/5/2026).
Lebih lanjut, Andriansyah menilai usulan pengadaan kontainer sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang belum terealisasi menjadi salah satu faktor utama masih maraknya pembuangan sampah secara ilegal di wilayah Samarinda.
Kendati demikian, dirinya memberikan apresiasi kepada petugas lapangan DLH yang dinilai tetap bekerja maksimal dalam menjaga kebersihan kota di tengah keterbatasan sarana yang ada.
“Petugas di lapangan bekerja hampir 24 jam untuk menangani persoalan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,” Ucap Andriansyah.
Politisi Partai Demokrat tersebut berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat menjadikan pengadaan kontainer sampah sebagai salah satu prioritas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang.
“Pengadaan kontainer perlu diprioritaskan agar masyarakat memiliki akses pembuangan sampah yang memadai. Dengan begitu, kemunculan TPS ilegal dapat ditekan dan kebersihan lingkungan kota tetap terjaga,” Tutup Andriansyah. (ADV)








Komentar