oleh

Taman Bebaya Ditutup Sementara karena Hama Ulat Bulu, DLH Masih Terkendala Temukan Instansi yang Tepat untuk Tangani Fenomena ini

Habarnusantara.com, SamarindaDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda telah melakukan penyeprotan terhadap hama ulat bulu yang ada di Taman Bebaya, Jalan Untung Suropati pada beberapa waktu lalu.

Kepala DLH Samarinda Endang Liansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan dan Pertamana Roro membenarkan penyemprotan yang sudah dilakukan pihaknya itu.

Penyemprotan itu bukan hanya imbas dari banyaknya aduan dari masyarakat melalui sosial media (sosmed) yang merasakan gatal-gatal ketika melintasi Taman Bebaya.

“Maka dari itu untuk sementara waktu ini destinasi wisata Taman Bebaya akan ditutup,” ujar Roro saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Roro juga mengaku bahwa adanya serangan hama ulat bulu ini memang menyebabkan reaksi gatal-gatal pada masyarakat yang mengunjungi Taman Bebaya atau hanya sekadar melwati lokasi taman tersebut.

Meski sudah melakukan penyemprotan, tapi belakangan ini hama tersebut kembali muncul. Ini pun menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran pengelola taman serta masyarakat Samarinda.

“Sumber utama hadirnya hama ulat bulu ini diduga asalnya dari tanaman sungai dari luar taman, kami perlu melakukan koordinasi dengan instansi di luar taman,” jelas Roro.

Meski telah dilakukan penyemprotan, jumlah hama malah semakin bertambah. Serbuk ulat bulu yang terbawa angin keluar taman disinyalir sebagai penyebab reaksi gatal-gatal yang dikeluhkan masyarakat.

Roro juga menjelaskan bahwa hingg sampai saat ini masih belum jelas, apakah partikel-partikel dari hama tersebut sampai kepada masyarakat.

Meskipun pihak DLH Kota Samarinda masih mengalami kendala dalam menentukan instansi yang tepat untuk menangani fenomena hama ulat bulu, tetapi Roro berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat merespons lebih cepat terhadap persoalan ini, demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga di Kota Tepian.

“Kami DLH yang menangani Taman Bebaya ini ikut juga sebagai korban dari serangan hama ulat bulu ini. Kita berharap bisa dilakukan penelitian lebih lanjut guna menjaga kenyamanan warga,” pungkasnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *