oleh

Achmad Sakamto Dorong Pengembangan Trans Samarinda Mulai 2027

HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Achmad Sakamto, mendorong pemerintah daerah kembali mengembangkan sistem transportasi umum sebagai salah satu kebutuhan penting seiring pertumbuhan Kota Tepian. Rencana tersebut diarahkan melalui penyediaan bus Trans Samarinda yang ditargetkan mulai diuji coba pada 2027.

Ia mengatakan, pengembangan transportasi umum perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang menunjang mobilitas masyarakat.

“Berkaitan dengan kemajuan Kota Samarinda, terutama transportasi umum berupa Trans Samarinda, mudah-mudahan dari DPRD kita masih mengusulkan kepada pemerintah dalam hal menyiapkan sarana dan prasarana kebutuhan umum,” kata Achmad Sakamto.

Menurutnya, keberadaan transportasi umum menjadi kebutuhan yang semakin mendesak karena sejumlah daerah di sekitar Samarinda telah lebih dahulu memiliki layanan angkutan umum yang terorganisasi.

“Dari jumlah kota yang sudah menjalankan ini, sudah ada beberapa kabupaten/kota yang menyelenggarakan transportasi umum. Terutama tetangga kita, Balikpapan sudah. Nah, tinggal Samarinda yang belum untuk transportasi angkutan umum,” jelasnya.

Ia menyebut DPRD Samarinda telah mengusulkan penyelenggaraan angkutan umum untuk masuk dalam program 2027. Usulan tersebut juga memiliki dasar hukum yang mengamanatkan pemerintah menyediakan angkutan umum bagi masyarakat.

“Pokoknya sudah diusulkan. Ini diusulkan pada tahun 2027 dari DPRD untuk penyelenggaraan angkutan umum. Program ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di situ, Bab X Pasal 138 ayat (1), pemerintah wajib menyediakan angkutan umum untuk kepentingan masyarakat umum,” lanjutnya.

Konsep yang didorong DPRD berupa bus angkutan umum dengan pengelolaan yang nantinya dapat melibatkan pihak ketiga. Sementara pelaksanaan program akan berada di bawah koordinasi organisasi perangkat daerah terkait.

“Jadi angkutan umum ini berupa bus. Nanti bus itu kita siapkan, kemudian yang mengelola pihak ketiga. Yang melaksanakannya adalah OPD terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, terdapat dua trayek yang direncanakan menjadi jalur uji coba Trans Samarinda. Kehadiran bus tersebut juga diharapkan menjadi alternatif transportasi setelah angkutan kota konvensional tidak lagi mendapatkan peremajaan.

“Trans Samarinda, trayek yang akan kita trial atau uji coba nanti tahun 2027 itu trayek A dan B. Angkot sekarang kan sudah tidak ada peremajaan lagi. Nanti kita ganti dengan angkutan umum berupa bus,” tambahnya.

Dari sisi tarif, Sakamto menyebut layanan tersebut dirancang tetap terjangkau bagi masyarakat. Tarif yang direncanakan sebesar Rp5.000 dengan sistem pembayaran yang mengikuti perkembangan teknologi.

“Angkutan itu berbayar hanya Rp5.000, jauh dekat sesuai trayeknya. Pernah lihat di Balikpapan, kan? Yang Trans Balikpapan,” sebutnya.

Untuk trayek A, rute awal yang direncanakan akan menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Samarinda, termasuk Big Mall dan Pasar Pagi, sebelum melintasi kawasan lainnya.

“Trayeknya nanti kita atur. Untuk trayek A, utamanya jalur Big Mall sampai Pasar Pagi, kemudian menuju Jalan T1, berputar, tembus Sungai Dama, kemudian balik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, trayek B akan diarahkan untuk melayani perjalanan di kawasan dalam kota. Rincian jalur tersebut masih akan disusun lebih lanjut oleh pihak terkait.

“Terus untuk trayek B masuk dalam kota, jalurnya nanti kita atur lebih lanjut,” katanya.

Selain menyediakan armada, DPRD juga mendorong sistem layanan yang lebih modern agar penggunaan transportasi umum dapat berlangsung praktis dan terintegrasi. Salah satunya melalui sistem pembayaran nontunai.

“Sistem pembayarannya sudah modern, pakai kartu semua, tidak ada tunai. Itu rencananya. Tapi ini kita upayakan di 2027 agar angkutan umum kembali terorganisasi,” lanjutnya.

Menurut Sakamto, pengembangan transportasi umum menjadi bagian penting dalam melengkapi kebutuhan dasar perkotaan Samarinda. Karena itu, pemerintah kota diharapkan mulai mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung agar rencana tersebut dapat terealisasi.

“Yang belum ada di Samarinda salah satunya adalah angkutan umum. Makanya ke depan kita berharap kepada pemerintah kota agar menyiapkan sarana dan prasarana angkutan umum,” pungkasnya. (ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *