HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Keterlambatan pencairan bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2026 dikhawatirkan berdampak terhadap sejumlah proyek infrastruktur di Kota Samarinda. DPRD Samarinda menyebut sektor drainase, jalan hingga program pengendalian banjir menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, sebagian kegiatan pembangunan yang mendapatkan dukungan Bankeu berkaitan langsung dengan kebutuhan infrastruktur masyarakat. Karena itu, keterlambatan anggaran harus segera diantisipasi agar tidak mengganggu pekerjaan yang telah berjalan.
“Pasti berkaitan dengan drainase, jalan, pengendalian banjir, dan sumber daya air,” ujar Helmi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan pembiayaan yang berkelanjutan. Terlebih, sejumlah program pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan penting Pemerintah Kota Samarinda.
Ia mengatakan, pembangunan drainase menjadi salah satu sektor yang selama ini cukup banyak mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi. Program tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan upaya mengurangi persoalan banjir yang masih menjadi perhatian di Samarinda.
“Untuk pengendalian banjir di Kota Samarinda, kami masih tetap konsisten di situ. Salah satunya berkaitan dengan drainase yang selama ini banyak disupport oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.
Helmi menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan kepastian pencairan anggaran agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai tahapan. Menurutnya, pekerjaan infrastruktur umumnya dilaksanakan berdasarkan progres sehingga ketersediaan dana harus mengikuti perkembangan pekerjaan di lapangan.
“Ketika progres mencapai sekian persen, harus ada pembayaran. Jangan sampai progres sudah berjalan, tetapi dananya belum tersedia,” katanya.
Karena itu, DPRD Samarinda telah mendorong BPKAD Kota Samarinda untuk berkoordinasi dengan BPKAD Provinsi Kaltim. Helmi berharap persoalan administrasi maupun teknis yang menyebabkan keterlambatan dapat segera diselesaikan sehingga tidak berujung pada terhambatnya pembangunan. (ADV)







Komentar