HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Aktivitas pelayanan publik yang setiap hari dibutuhkan masyarakat dinilai tidak akan berjalan optimal jika disiplin kerja aparatur masih rendah.
Kondisi inilah yang menjadi sorotan DPRD Kota Samarinda, lantaran maraknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum memanfaatkan jam kerja secara maksimal.
Anggota komisi IV DPRD Samarinda, Anhar mengungkapkan masih ditemukan praktik pegawai yang datang ke kantor hanya untuk melakukan absensi pada pagi hari, kemudian meninggalkan tempat kerja dan kembali menjelang jam pulang untuk melakukan absensi akhir.
Kebiasaan tersebut, menurutnya akan menyebabkan waktu kerja tidak dimanfaatkan secara produktif dan berdampak pada capaian pekerjaan yang seharusnya diselesaikan selama jam dinas.
“Masih ada pegawai yang hadir hanya untuk memenuhi absensi. Setelah itu meninggalkan kantor dan baru kembali saat menjelang pulang. Akibatnya, waktu kerja terbuang, sementara hasil pekerjaan tidak maksimal,” Ungkap Anhar. Senin (25/5/2026).
Lebih lanjut, Anhar menekankan ukuran keberhasilan kinerja ASN seharusnya tidak hanya bertumpu pada tingkat kehadiran, tetapi juga pada produktivitas, tanggung jawab, serta capaian kerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain menyoroti lingkungan pemerintahan, dirinya juga menilai gejala penurunan etos kerja mulai terlihat di sektor swasta, terutama pada pegawai yang telah berstatus karyawan tetap.
“Tenaga outsourcing umumnya bekerja lebih serius karena kontraknya dievaluasi secara berkala. Mereka berusaha mempertahankan kinerja agar tetap dipercaya bekerja,” Jelas Anhar.
Karena itu, politisi dari PDI Perjuangan itu mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan tenaga outsourcing, termasuk membuka peluang pengangkatan menjadi pegawai tetap bagi pekerja yang memiliki rekam jejak kinerja baik.
“Mereka yang berprestasi perlu diberikan kesempatan yang lebih baik agar memperoleh kepastian kerja dan kesejahteraan yang layak,” Tutup Anhar. (ADV)








Komentar