Habarnusantara.com, SAMARINDA – Keberadaan Persaudaraan Paguyuban Blitar Kalimantan Timur (PPBK) dinilai menjadi wadah penting untuk menjaga ikatan persaudaraan warga Blitar yang berada di perantauan, khususnya di Kota Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur.
Helmi Abdullah
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan paguyuban dapat menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang intens antarwarga asal Blitar di Kalimantan Timur. Menurutnya, paguyuban bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan rumah bersama.
Hal tersebut disampaikan Helmi usai menghadiri pengukuhan PPBK dalam rangka Milad ke-1 di Taman Budaya Samarinda, Selasa malam (6/10/2026). Acara Milad ke-1 PPBK tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan dihadiri ratusan warga Blitar yang berdomisili di Samarinda.
“Dengan adanya paguyuban ini kita menjadikan wadah untuk persaudaraan bagi warga Blitar dan juga bisa membangun komunikasi,” ujar Helmi Abdullah.
Ia menekankan bahwa jarak dan tempat tinggal tidak seharusnya memutus hubungan persaudaraan. Warga Blitar yang berada di berbagai daerah tetap dapat menjaga ikatan melalui keberadaan paguyuban. Nilai persaudaraan harus terus dijaga meski sudah jauh dari kampung halaman.
Helmi juga mengapresiasi pesan persaudaraan yang disampaikan dalam kegiatan Milad ke-1 PPBK tersebut, bahwa di mana pun warga Blitar berada, mereka tetap memiliki ikatan sebagai satu saudara. Semangat dulur selawase menjadi kekuatan utama PPBK di Kalimantan Timur.
Menurutnya, semangat tersebut penting untuk menjaga kebersamaan warga perantauan sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di daerah tempat tinggal mereka. Warga Blitar harus bisa berbaur dan berkontribusi positif di Samarinda.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah menilai PPBK telah menunjukkan eksistensinya selama 1 tahun terakhir sebagai organisasi paguyuban yang solid. Dalam kurun waktu 1 tahun, PPBK aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Samarinda.
PPBK 1 Tahun Jadi Wadah Persaudaraan Warga Blitar di Samarinda
Milad ke-1 PPBK di Taman Budaya Samarinda menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi warga Blitar. Selama 1 tahun, PPBK telah menjadi tempat bertukar informasi, saling membantu, hingga menjaga tradisi dan budaya Blitar di tanah rantau Kalimantan Timur.
Helmi Abdullah berharap PPBK dapat terus berkembang dan menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat Samarinda secara luas. Paguyuban diharapkan tidak eksklusif, tetapi inklusif dan terbuka untuk bersinergi.
“Semoga nanti karena wadahnya di Samarinda bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda. Selamat datang dan sukses untuk PPBK,” kata Helmi.
Helmi turut menyambut baik kehadiran paguyuban Blitar dan berharap organisasi tersebut dapat terus menjaga nilai persaudaraan serta berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat. DPRD Kota Samarinda, kata Helmi, sangat terbuka untuk mendukung kegiatan-kegiatan positif paguyuban seperti PPBK.
Ia menambahkan, keberadaan PPBK juga sejalan dengan semangat Samarinda sebagai kota yang heterogen dan terbuka bagi semua suku. Warga Blitar yang tergabung dalam PPBK diharapkan bisa menjadi contoh warga perantauan yang rukun, produktif, dan menjaga toleransi.
Sinergi antara PPBK dengan Pemerintah Kota Samarinda sangat penting untuk membangun kota. Banyak potensi yang bisa dikolaborasikan, mulai dari kegiatan budaya, UMKM, hingga kegiatan sosial kemanusiaan. DPRD siap menjembatani komunikasi tersebut.
Dengan Milad ke-1 ini, PPBK diharapkan semakin solid dan semakin besar. Persaudaraan warga Blitar di Kalimantan Timur harus terus terjaga dari generasi ke generasi. Taman Budaya Samarinda yang menjadi lokasi Milad ke-1 menjadi saksi kuatnya persaudaraan warga Blitar.
Ketua PPBK sendiri juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Anggota DPRD Samarinda Helmi Abdullah di Milad ke-1 PPBK. Ia menegaskan komitmen PPBK untuk terus menjaga persaudaraan dan aktif berkontribusi bagi pembangunan Kota Samarinda. Ke depan, PPBK akan menggelar berbagai program sosial, budaya, dan ekonomi kerakyatan yang melibatkan warga Blitar dan masyarakat umum di Kalimantan Timur. Program tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat peran PPBK di Samarinda secara berkelanjutan.






