HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Tumpukan sampah yang terus bertambah di Samarinda mendorong DPRD Samarinda mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemkot) membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Sambutan. Langkah ini dinilai sebagai upaya jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tepian.
Kepada awak media, wakil ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari menyampaikan Pemkot telah menyiapkan lahan sekitar 13 hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Menurutnya, kondisi TPA Bukit Pinang yang dinilai tidak lagi memadai membuat pemerintah perlu segera menyiapkan sistem pengelolaan baru yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Rencana ini patut diapresiasi karena persoalan TPA sudah menjadi tantangan besar bagi Samarinda. Dengan kondisi tempat pembuangan yang semakin terbatas, pemerintah memang perlu menyiapkan solusi jangka panjang,” Ungkap Celni, Jum’at (22/5/2026).
Celni juga menilai pembangunan PSEL menjadi langkah penting karena tidak hanya berfungsi mengurangi penumpukan sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi sumber energi listrik.
Dirinya menyebutkan bahwa pertumbuhan volume sampah yang terus meningkat tidak lagi memungkinkan Samarinda hanya bergantung pada pola pembuangan konvensional, terlebih kapasitas TPA yang tersedia semakin terbatas.
“Kondisi saat ini mengharuskan kita memikirkan sistem pengolahan yang lebih modern. Selain mengatasi persoalan penumpukan, fasilitas ini diharapkan bisa memberi manfaat tambahan melalui pengolahan energi,” Ucap Celni.
Kendati demikian, politisi dari partai Nasdem itu menegaskan pihaknya masih akan melakukan pembahasan lanjutan bersama organisasi perangkat daerah terkait untuk memastikan kesiapan anggaran, skema pembangunan, dan aspek teknis proyek tersebut.
Mengingat kebutuhan investasi yang besar di tengah kebijakan efisiensi anggaran, DPRD ingin memastikan proyek PSEL dapat berjalan realistis dan tepat sasaran.
“Kami ingin mencari formulasi terbaik karena pembangunan fasilitas seperti ini membutuhkan biaya besar, sehingga perlu perencanaan matang agar benar-benar efektif menjawab persoalan sampah di Samarinda,” Tutup Celni. (ADV)








Komentar