HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Peran generasi muda dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kemajuan Kota Samarinda maupun Indonesia. Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie menilai momentum peringatan Hari Kemerdekaan harus menjadi ruang bagi pemuda untuk menunjukkan prestasi sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan.
Menurut Novan, keterlibatan anak muda dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memperlihatkan bahwa generasi penerus tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam mengisi kemerdekaan.
“Memang hari ini peran pemuda sangat penting buat kemajuan bangsa. Tadi kita juga melihat bagaimana anak-anak muda kita semua berprestasi untuk meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia, terutama di dalam turut serta di dalam apel 17 Agustus yang begitu sakral ini,” ujar Novan, Senin (17/8/2026).
Ia menilai semangat tersebut perlu dijaga dan dikembangkan melalui peningkatan kapasitas, prestasi, serta kemampuan bersaing. Menurutnya, pemuda Samarinda harus mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi lingkungan sekitar tetapi juga dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Itulah yang kita harapkan, generasi kita, khususnya pemuda ke depan mampu berdaya saing dan juga mampu memberikan efek yang cukup besar bagi Kota Samarinda dan Negara Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, Novan turut memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Samarinda. Ia menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan murid tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Pendidikan.
Namun, penerapan aturan tersebut di tingkat daerah dinilai masih membutuhkan sejumlah evaluasi. DPRD Samarinda melihat masih terdapat persoalan dalam pelaksanaan SPMB yang perlu dibenahi agar proses penerimaan murid dapat berjalan lebih tertib, adil, dan transparan.
“SPMB ini kan kita mengacu memang dari Peraturan Menteri Pendidikan. Kita mengikuti aturan nasional. Tapi memang di daerah kita ada beberapa kekurangan-kekurangan yang memang harus kita perbaiki,” jelasnya.
Untuk itu, DPRD Kota Samarinda berkomitmen mendorong pembenahan sistem pada pelaksanaan SPMB tahun berikutnya. Evaluasi diarahkan untuk menekan potensi kecurangan sekaligus mengurangi kesenjangan dalam proses penerimaan peserta didik.
Novan menegaskan salah satu fokus yang ingin didorong DPRD adalah terciptanya keseragaman antarsekolah. Menurutnya, pemerataan kualitas dan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting agar masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang lebih setara.
“Insya Allah kita di tahun ke depan juga akan lebih meminimalisir kecurangan-kecurangan, meminimalisir perbedaan-perbedaan, dan yang paling utama adalah penyeragaman sekolah. Itu yang paling kita utamakan di DPRD sendiri,” tutupnya. (ADV)







Komentar