HABARNUSANTARA, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mendorong Pemerintah Kota Samarinda menambah alokasi anggaran bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), khususnya untuk memperbaiki fasilitas pelayanan yang dinilai sudah tidak lagi memadai.
“Harapan kami di perubahan ini mudah-mudahan ada anggaran tambahan untuk program-program, terutama juga untuk renovasi gedung, terutama bangunan kantor. Kantornya sudah lama sekali, kemudian balai yang ada di setiap kecamatan juga banyak yang rusak berat,” ujar Sri Puji Astuti dihadapan awak media, Senin (13/07/2026).
Ia berpendapat bahwa keberadaan kantor dan balai penyuluhan yang representatif sangat penting untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan keluarga. Saat ini DP2KB memiliki sekitar 10 balai penyuluhan di tingkat kecamatan yang sebagian besar kondisinya membutuhkan perbaikan.
“Kita ingin ada program kampung keluarga berkualitas, lalu kita juga ingin satu data di setiap kecamatan. Bagaimana itu bisa berjalan kalau tempatnya saja tidak ada, sekretariatnya juga tidak ada. Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya.
Sri Puji menambahkan, pembahasan mengenai penguatan pembangunan keluarga juga sejalan dengan proses penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga yang saat ini tengah memasuki tahap finalisasi. Karena itu, kesiapan sarana pendukung juga harus dipikirkan sejak sekarang.
“Sekali lagi, kita sedang membahas Raperda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Pemerintah kota harus menyiapkan semuanya, karena pembangunan sumber daya manusia dimulai dari keluarga. Kalau fondasi keluarganya tidak kuat, bagaimana kita bisa menghasilkan SDM yang berkualitas,” pungkasnya.
Ia berharap usulan penambahan anggaran tersebut dapat diprioritaskan dalam APBD Perubahan maupun pembahasan APBD 2027. Dengan dukungan fasilitas yang lebih layak, DP2KB diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan berbagai program pembangunan keluarga di Kota Samarinda. (ADV)













Komentar